Pembaharuan Periode Tindakan Korektif Opsional di Harita Nickel

IRMA dan Harita Nickel menyampaikan laporan bersama ini untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan mengenai perkembangan audit IRMA yang sedang berlangsung di lokasi operasi Harita Nickel di Pulau Obi.

IRMA menyambut baik komitmen Harita Nickel untuk menjaga transparansi dalam berkomunikasi selama proses verifikasi masih berlangsung.

[dalam bahasa Inggris]

Audit lapangan terhadap operasi Harita Nickel di Pulau Obi, Indonesia, berlangsung selama sembilan (9) hari pada bulan April 2025.

Part of the Harita Nickel operation on Indonesia's Obi Island
Credit: TBP/Harita Nickel

Tinjauan tambahan terhadap dokumen-dokumen telah dilakukan oleh firma audit independen SCS Global Services antara bulan Juni dan September 2025. Tinjauan ini diajukan oleh firma audit tersebut dan disetujui oleh IRMA, mengingat kompleksitas operasional yang ada.

Audit IRMA terhadap Harita Nickel merupakan yang pertama di Indonesia, sekaligus audit IRMA pertama yang dilakukan terhadap lokasi pertambangan dan pengolahan terintegrasi—yang mencakup kegiatan pertambangan, pengolahan, peleburan, serta fasilitas terkait dalam operasi industri yang berkembang pesat. Hal ini menggambarkan luasnya cakupan dan kompleksitas penilaian terhadap lokasi semacam ini dalam sistem IRMA.

Pada bulan Oktober, draf laporan audit telah disampaikan oleh para auditor kepada IRMA dan Harita Nickel. Setelah meninjaunya, Harita Nickel memutuskan untuk memanfaatkan periode tindakan korektif opsional.

Sebagai bagian standar dari proses penilaian IRMA, tersedia periode tindakan korektif opsional (hingga 12 bulan) yang memberikan kesempatan bagi perusahaan tambang untuk mendorong perubahan dengan menerapkan tindakan korektif, sebelum hasil auditnya dipublikasikan. Selanjutnya, auditor akan memverifikasi tindakan korektif yang telah dilaksanakan sebelum laporan audit akhir diterbitkan. Sebagian besar situs pertambangan yang diaudit dengan sistem IRMA memilih untuk menjalani proses tindakan korektif sebelum menerbitkan laporan audit akhir mereka. Hal ini mencerminkan fokus IRMA pada perbaikan berkelanjutan, bahwa laporan yang diberikan bukanlah penilaian lulus atau gagal, melainkan pedoman rinci yang dapat digunakan perusahaan untuk memperkuat kinerja secara bertahap dari waktu ke waktu.

Hal yang menjadi fokus selama masa tindakan korektif Harita Nickel meliputi:

  • Memperkuat keterlibatan dan kerja sama dengan berbagai kelompok pemangku kepentingan dan mitra terkait, termasuk upaya menyediakan informasi tambahan kepada para pemangku kepentingan mengenai karakteristik operasi yang terus berkembang dan berubah secara dinamis, serta mengupayakan konsultasi lebih lanjut mengenai bidang-bidang utama seperti:
    • informasi terbaru mengenai rencana tanggap darurat,
    • perencanaan reklamasi dan penutupan, serta,
    • berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait proses relokasi dan perlindungan mata pencaharian yang sedang berlangsung.
  • Pengembangan berkelanjutan terhadap keterampilan dan praktik kerja karyawan yang mendukung cara kerja yang konstruktif dan bertanggung jawab, guna memastikan praktik operasional yang aman selama proses transisi lokasi ini menjadi kawasan industri, berfokus pada pemeliharaan budaya kerja yang positif dan aman selama periode perluasan tenaga kerja.
  • Penyempurnaan berkelanjutan terhadap pendekatan penilaian dampak lingkungan dan sosial guna lebih mencerminkan dinamika lingkungan operasional yang terus berkembang. Hal ini mencakup harapan kinerja formal sesuai dengan standar IRMA serta pemantauan berkelanjutan terhadap bidang-bidang dampak yang tercantum dalam bagian Standar IRMA yang ditandai relevan untuk audit.

Per Januari 2026, proyek yang dimaksud meliputi:

  • Implementasi proyek perencanaan tanggap darurat berskala besar yang berkolaborasi dengan universitas setempat. Sebagai bagian dari proyek ini, perusahaan telah menyelenggarakan simulasi tanggap darurat bersama para pekerja dan masyarakat setempat. Masukan dari para peserta simulasi sedang diimplementasikan untuk melakukan perbaikan lebih lanjut, dan simulasi serta diskusi dengan para pemangku kepentingan akan diselenggarakan secara berkala.
  • Pelaksanaan pembaruan rutin terhadap pelaksanaan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (Human Rights Due Diligence) di lokasi operasi bekerja sama dengan LSM lokal. Proyek ini mencakup penyelarasan dengan prosedur konsultasi dan dokumentasi yang spesifik untuk IRMA, serta akan memastikan bahwa upaya mitigasi dan remediasi yang mungkin diperlukan dapat dilakukan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan yang terdampak.

Perlu dicatat – Temuan audit awal menunjukkan kinerja yang solid di beberapa area dan perusahaan akan berupaya mempertahankan tingkat kinerja tersebut secara berkelanjutan:

  • Bab 1.4 Mekanisme Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa serta Akses terhadap Upaya Hukum, yang menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan:
    • sarana yang sesuai dan mudah diakses bagi masyarakat, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan keluhan secara anonim maupun non-anonim,
    • pendokumentasian yang menyeluruh mengenai keluhan, tindakan perbaikan yang terkait, dan status penanganan keluhan.
  • Bab 1.5 Transparansi Pendapatan dan Pembayaran, termasuk pelaksanaan:
    • kebijakan dan prosedur yang melarang suap dan bentuk-bentuk korupsi lainnya, serta
    • prosedur pelatihan bagi karyawan dan kontraktor dalam penerapan kebijakan dan prosedur tersebut.
  • Bab 4.5 Emisi Gas Rumah Kaca, termasuk:
    • penghitungan emisi sesuai dengan standar pelaporan yang diterima secara luas,
    • target pengurangan emisi yang bermanfaat,
    • rencana yang merinci upaya untuk mencapai target tersebut, termasuk identifikasi peluang pengurangan emisi, dan
    • pelaksanaan langkah-langkah pengurangan dan pencegahan emisi.

Harita Nickel akan memberikan pembaruan berkala dan informasi lebih lanjut seiring dengan dikonfirmasi dan diimplementasikannya tindakan korektif tambahan. Perusahaan terbuka terhadap masukan yang konstruktif dan pertanyaan yang berkaitan dengan operasionalnya serta proses audit IRMA.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penilaian independen IRMA terhadap operasi Harita Nickel yang dilakukan oleh SCS Global Services, kunjungi halaman audit IRMA Harita Nickel.